IGCES 2008: International Conference On Engineering and Science August 28, 2008
Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Pengalaman harian.add a comment
INTRODUCTION
Finding the frontier of knowledge in engineering and science faces significant challenges due to demand of rapid technology achievement and demand of globalization. The new technologies of engineering and science are nowadays moving at a tremendous pace by offering new feature and performance improvement in industries.
This conference is proposed to become an annual event of academics, scientist, and engineers all over the world to present and to exchange much ideas and their progress in researches. In line with educational process, this technical conference is designed to promote tremendous researches, enhance the skill in paper writing and oral presentation.
All the excellent papers and experiences gained in this conference will be much valuable to increase the quality of research and technology achievement.
Actually this IGCES is the continued of RPCES (Regional Postgraduate Conference on Engineering and Science) in 2006. The scope of call for paper submission is for Master and PhD student or it graduant.
DATE AND VENUE
The conference will be held during on 23-24 December 2008 at Universiti Teknologi Malaysia, Skudai Campus, Johor Bahru, Malaysia
CONTACT US
Conference Secretariat:
IGCES 2008 Committee
School of Postgraduate Studies (SPS), Building F54,
Universiti of Technology Malaysia
Skudai, Johor, Malaysia 81310
Telp: +60167757906, +6075537913 Fax: +6075537800
Website: http://beta.sps.utm.my/igces
Email: igces.utm@gmail.com, igces@utm.my
Jaket Almamater PPI UTM November 30, 2007
Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Pengalaman harian.2 comments
Persatuan Pelajar Indonesia cabang UTM Malaysia berencana membuat jaket almamater. Berdasarkan rapat koordinasi seksi kewirausahaan maka design yang diinginkan adalah jaket semi resmi artinya bisa untuk acara resmu dan juga bisa untuk santai. Tetapi untuk warna belum ditentukan, walaupun sebenarnya cenderung berwarna hitam. Untuk itulah saya bermain-main dengan photoshop untuk bisa memberikan pilihan warna yang beraneka ragam.
Menulis Journal dengan LATEX November 23, 2007
Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Pengetahuan Umum.1 comment so far
Selama ini editor seperti MS Word merupakan andalan untuk membuat suatu document ilmiah, salah satu diantaranya adalah untuk menulis Journal. Saya baru tahu bahwa ada editor untuk format yang lain yaitu LATEX dimana file LATEX disimpan dalam format .tex. Saya telah mencoba menggunakannya ternyata hasilnya luar biasa, salah satu kelebihannya adalah penomoran sub bab yang otomatis, dan juga penomoran referensi, gambar, tabel, persamaan, dan lain-lain. Semuanya diatur secara otomatis oleh compiler. Kelebihan yang lain adalah compiler untuk LATEX adalah free, Anda bisa download secara gratis compiler LATEX seperti MikTEX di www.miktex.org atau TeXLive di www.tug.org/texlive/
Sedangkan editor LATEX ada yang free dan ada yang berbayar. Saya pernah mencoba yang tidak free yaitu WinEdt ternyata performance dia cukup bagus, tapi sayangnya trialnya hanya 30 hari. Sekarang saya pake LED (Latex editor) , software ini freeware dan dapat didownload di situs www.latexeditor.org . Ada banyak software untuk LATEX editor, anda bisa mencarinya di internet dan silahkan dicoba.
LATEX sangat berbeda dengan MS Word karena dia ditulis dengan kode berbasis teks, seperti HTML lah, sekarang ini LATEX yang digunakan adalah versi 2ε. Memang sih kita perlu belajar sintaks nya tapi bagi yang sudah biasa menggunakan kode HTML tidak akan menemui kesulitan yang berarti.
Berikut ini link dab bahan-bahan yang mungkin berguna:
Semoga bermanfaat.
Pengantar Support Vector Machine November 21, 2007
Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Artificial Intelligent, Soft Computing.1 comment so far
Support vector machines (SVM) adalah metode supervised machine learning yang merupakan fungsi pemetaan input output dari satu set data training. Fungsi pemetaan tersebut adalah klasifikasi (classification). SVM dibangun dengan konsep kebalikan dengan penerapan Neural Network (NN). SVM dibangun bermula dari penyampaian suatu konsep kemudian diekperimenkan dan diterapkan dalam suatu aplikasi, sedangkan NN berdasarkan heuristik (heuristics) yaitu berdasarkan pengalaman, kemudian diaplikasikan kemudian baru dibangun theorinya. Dasar dari pada SVM adalah pendekatan statistik dan machine learning community. Awalnya SVM dianggap remeh oleh para ilmuwan tetapi kenyataannya setelah beberapa orang mengaplikasikan ternyata tingkat kebrhasilannya sangat tinggi, kemampuannya bisa disejajarkan dengan NN bahkan banyak aplikasi SVM lebih tinggi akurasinya. Sebagai contoh penerapan SVM adalah kategorisasi text dimana tingkat errornya bisa mencapai sekitar 1% saja. Bagi yang tertarik mempelajari SVM berikut ini beberapa link yang mungkin bermanfaat:
- http://www.kernel-machines.org/
- http://www.support-vector.net/
- http://www.support-vector.net/icml-tutorial.pdf
- http://www.kernel-machines.org/papers/tutorial-nips.ps.gz
- http://www.clopinet.com/isabelle/Projects/SVM/applist.html
My Master has been completed August 22, 2007
Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Pengalaman harian, UNISSULA.2 comments
Alahamdulillah…
Segal puji hanya milikmu ya Allah..
Kemarin, 21 Agustus 2007 saya telah diwisuda oleh Tuanku Naib Canchelor sebagai graduan Master Computer Science dalam acara Pesta Konvokesyen di University Teknology Malaysia. Saya sangat berterima kasih kepada UNISSULA Semarang yang telah membiaya studi saya sampai selesai dan juga istri tercinta yang selalu mendampingi dan membantu hingga suksesnya thesis saya. Saya juga berterima kasih atas dukungan dari orang tua dan segenap keluarga di Jogja serta segenap keluarga di Solo. Serta kepada kawan-kawan semua di Unissula, thanks for all………….
Doakan agar studi lanjut saya PhD bisa berjalan dengan lancar dan segera pulang ke Indonesia dan mengabdi kembali untuk memajukan UNISSULA dan Indonesia.
Terima kasih kepada sahabat-sahabatku di Malaysia terutama teman-teman Unissula yang bersama saya belajar di UTM yaitu Pak Qomaruddin (marqo), Pak Arief (ndut), Pak Rahmat (Alumnus), Pak Niam, Bu Siti (Titik), dan yang utama Bu Wiwiek (Dik Wiwiek).
Berikut ini sebagian foto-foto kami:
User monitoring July 5, 2007
Posted by Imam Much Ibnu Subroto in PHP, e-learning, pemrograman.add a comment
Salah satu fungsi e-learning bagi lecturer adalah bisa me-manage para student dan juga pimpinan bisa me-manage para leturer. Itu artinya diperlukan record aktifitas lecturer dan student untuk memonitor keberhasilan dari e-learning dan proses belajar mengajar. Beberapa record yang perlu dimonitor misalnya:
- aktifitas login (userID, tanggal, jam)
- dari daerah mana saja user (IP address, negara, propinsi)
- waktu beraktifitas (tanggal dan jam)
- lama aktifitas online (menit)
- berapa kali berinteraksi (aktif forum diskusi)
- berapa kali lecturer memberi tugas dan memberi nilai tugas
- berapa sering lecturer update bahan ajar serta berapa modul yang dia buat
- dan lain-lain
Berikut ini adalah contoh PHP script untuk bisa melihat IP address user, nama host, browser yang dipakai). Untuk melihat posisi user bisa di check dari IP address kemudian dari situ bisa direlasikan dengan database IP address dan Country (negara) bahkan kota. Database untuk kota dan negara bisa di download di http://www.maxmind.com/download/geoip/database/
| <? $ip = $_SERVER['REMOTE_ADDR']; $hostaddress = gethostbyaddr($ip); $browser = $_SERVER['HTTP_USER_AGENT']; $referred = $_SERVER['HTTP_REFERER']; // a quirky spelling mistake that stuck in php print “<strong>Display IP address:</strong><br />\n”; print “$ip<br /><br />\n”; print “<strong>More detailed host address:</strong><br />\n”; print “$hostaddress<br /><br />\n”; print “<strong>Display browser info</strong>:<br />\n”; print “$browser<br /><br />\n”; print “<strong>Where you came from (if you clicked on a link to get here</strong>:<br />\n”; if ($referred == “”) { print “Page was directly requested”; } else { print “$referred”; } ?> |
Berikut ini saya berikan contoh fungsi untuk menghitung lama waktu dalam satuan detik. FUngsi waktumula digunakan untuk memulai timer dan waktu akhir untuk menghitung waktu dari waktumula.
| function waktumula() {$time = microtime();$time = explode(’ ‘, $time);$time = $time[1] + $time[0]; return $time; }function waktuakhir($waktumula){ $time = microtime(); $time = explode(” “, $time); $time = $time[1] + $time[0]; $endtime = $time; $totaltime = ($endtime – $waktumula); return $totaltime; } |
Semoga bermanfaat
Unissula ke Final Kontes Robot Indonesia May 6, 2007
Posted by Imam Much Ibnu Subroto in UNISSULA.add a comment
sumber: Harian Suara Merdeka, http://www.suaramerdeka.com/harian/0705/07/kot11.htm
SEMARANG – Dua tim robotik Elektro Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) lolos seleksi tahap terakhir dan berhak berlaga dalam final di Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2007. Tim yang akan berlomba di Surabaya tersebut harus melalui beberapa tahap penilaian, yaitu pengajuan proposal, laporan kemajuan, dan visitasi untuk penilaian langsung terhadap kesiapan masing-masing robot.
Bustanul Arifin MT, koordinator pembimbing mengatakan, The Patriot adalah tim KRCI yang terdiri atas dua robot, yaitu Commando dan Medic.
Kedua robot itu saling berkomunikasi satu dengan lainnya, sehingga dalam lomba masuk ke divisi expert swarm.
Dalam KRCI Juni mendatang hanya tiga tim yang menggunakan metode tersebut, karena faktor kesulitan yang tinggi sehingga dibutuhkan kecermatan untuk bisa saling berkomunikasi.
The Patriot diketuai Dedy Tri S, mahasiswa Teknik Elektro. Commando bertugas di arena (lapangan) lantai 1 dan lantai 2 untuk mencari serta memadamkan api lilin. Sementara robot Medic berfungsi menyelamatkan bayi yang disimulasikan dengan boneka di lantai 2.
Kelebihannya lagi, walaupun penempatan awal (start) dilakukan secara acak, kedua robot itu akan tetap mengenali kondisi lingkungan yang ada.
Sementara, Phi-Tech adalah robot untuk divisi KRI dan diketuai Brian Yunendar. Robot itu terdiri atas satu robot manual yang digerakkan operator dan tiga robot otomatis. Untuk navigasi robot otomatis digunakan dua sistem yaitu line tracer dan kompas digital. Diharapkan dengan metode ini, tingkat kevalidan untuk membaca arena (lapangan) lebih bagus sehingga kegagalan sistem dapat diperkecil.(G7-62)
Siapakah yang Maha Programmer (bagian 1) May 4, 2007
Posted by Imam Much Ibnu Subroto in al-Islam, pemrograman.1 comment so far
Assalamu’alaikum wr wb
Mohon maaf jika tulisan ini kurang berkenan di hati pembaca, karena miskinnya pengetahuan dan wawasan saya dalam Islam. Mohon masukan dan koreksinya, bila dirasa tulisan saya bertentangan dengan pemahaman Islam yang benar mohon dikoreksi dan akan saya coba perbaiki atau saya hapus.
Dalam tulisan ini saya akan menganalogikan takdir dengan sebuah program komputer yang super besar dan tingkat akurasi yang 100%, karena sang programmer adalah Allah swt.
Dalam bahasa tingkat rendah atau bahasa mesin kita mengenal beberapa instruction dasar yaitu load (ambil/baca), store (simpan), aritmatic logic unit/ALU(perhitungan), branch (pilihan), dan loop (perulangan sampai saatnya untuk berhenti). Untuk bahasa tingkat tinggi yang biasanya mirip dengan bahasa manusia seperti Pascal, Basic, Java, Php, ASP dan sebagainya adalah pengembangan dari instruksi dasar diatas.
Saya akan mencoba mengupas program Allah sejak sebelum manusia lahir sampai meninggal dan akhirnya sampai akhirat.
Manusia sebelum lahir diciptakan hardware berupa janin yang ada di perut sang Ibu. Ketika otak dan organ-organ tubuh sudah terbentuk ditiupkanlah ruh, jika dimisalkan ruh adalah software maka di dalam software tersebut telah ditanam program inisialisasi tentang siapa dia, berapa umurnya, seberapa rizkinya, siapa jodohnya, dan siapa penciptanya, dan tentunya apa tujuan dia hidup. Setiap kita pernah ditanya Allah swt ketika dalam kandungan:”Apakah Aku ini Tuhanmu? (kita jawab) Benar, saya menjadi saksi”(QS:..:..). Inisalisasi diatas disimpan dengan instruksi STORE dan akan melekat pada diri manusia dan akan terus dibaca dan dicheck (LOAD) sampai meninggal dunia (LOOP telah berakhir).
Bagaimanakan dengan kehidupan manusia setelah lahir. Disinilah program Allah yang sangat sempurna, tidak ada error pada program Allah swt semuanya berjalan sesuai dengan Iradahnya (kehendaknya). Di dunia kita mengenal sunnatullah yaitu hukum atau takdir Allah yang sifatnya tetap, sebagian kita kenal dalam ilmu fisika. Sebagai contoh setiap benda yang dilempar ke atas pasti jatuh ke bawah karena ada grafitasi bumi, setiap orang yang dipukul pasti akan merasa sakit, mata manusia tidak bisa melihat di tempat yang gelap, manusia akan mati kalau tidak makan dan banyak sekali program Allah swt yang dibuat dengan sangat detail dan zerro error. Sebagian besar sunatullah menggunakan instruksi branch (if… then….) dan LOOP. Sebagian lain melibatkan ALU (hisab) untuk menghitung amal baik dan buruk dan perintah STORE untuk menyimpan setiap perbuatan manusia dengan sangat detail.
Jika kita umpamakan kehidupan adalah program Super GAME Online yang telah Allah ciptakan, dan manusia adalah player-nya maka akhir dari GAME tersebut adalah Allah (Surga atau Neraka). Kalau menang akan masuk surga kalau kalah masuk neraka, ini adalh konsekuensi yang sangat jelas dari program ini. Allah telah berikan petunjuk menggunakannya secara lengkap berupa Al-Quran dan Sunnahnya kalau ingin sukses mencapai Surga. Semua kehidupan di dunia penuh dengan pilihan dan kadangkala pilihan tersebut adalah jebakan. Kadangkala dalam game juga ada ujian, semakin besar ujian semakin besar point yang dikumpulkan. Ibaratnya kita sedang mencari point (pahala) sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan posisi surga yang terbaik. Perumpamaan pemain game adalah banyak orang (multi user, network game) dan semuanya mempunyai tujuan yang sama yaitu surga Allah, diantara user saling tergantung dan beriteraksi, maka kerjasama sesama pemain (jamaah) mempunyai nilai point yang sangat besar, jika kita menyakiti sesama pemain maka akan mendapatkan hukuman pemotongan point. Bahkan nilai point banyak didapat dari bagaimana kita berakhlak dengan sesama manusia selain interkasi manusia dengan Allah swt. Dalam online game ini Allah adalah sebagai administrator yang senantiasa memonitor, mengubah takdir jika ada yang berdoa dan ikhtiar atau bertobat, semuanya tak ada yang lepas dari pengawasan Allah SWT.
Setiap ujian yang diberikan Allah swt pasti bisa dilaksanakan manusia. Sebagaimana firman Allah swt:
”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Al Baqarah: 286).
Sayangnya tidak semua manusia bisa lolos ujian, lepas dari jebakan karena dia lalai melaukaukan kesalahan dan tidak melihat atau memperhatikan petunjuk Allah yang telah diberikan dan sudah jelas. Bagi mereka masih ada kesempatan yang diberikan Allah untuk memperbaikinya berupa taubat dan ikhtiar yang lain.
Bila jalan hidup (path) manusia telah ditentukan Allah melalui takdir-Nya maka sebagian ujian, jebakan dan kegagalan pada dasarnya adalah takdir Allah yang sudah ditentukan juga, nah manusia bisa berusaha untuk merubahnya dengan Do’a dan ikhtiar. Dalam bahasa pemrograman bisa menggunakan LOOP dan BRANCH, yaitu jika Doa dan usaha dilakukan dengan terus menerus(Loop) dan kualitas tertentu(branch) maka path (jalan hidup) manusia dalam GAME tersebut akan berubah. Dalam Qur’an Allah berfirman “Sesungguhnya Alloh tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”( QS 13;11 ).
Tentu saja path setiap manusia berbeda dan tidak diketahui oleh manusia itu sendiri karena merupakan rahasia Allah. Path setiap menusia punya dimensi waktu, dan manusia tidak diberi kemampuan untuk melihat waktu ke depan. Dan tentunya akan sangat banyak kemungkinan path karena banyaknya pilihan selama dalam perjalanan. Setiap manusia punya 2 potensi yaitu jalan taqwa dan fujur (QS:..:..). Hal inilah yang membuat jalan hidup manusia bisa sangat bervariasi, tetapi sebenarnya setiap pilihan ada konsekuensi yang jelas karena sudah diprogram oleh Allah swt.
Bagaimana kah Allah bisa menentukan seseorang menang atau kalah dalam sebuah program SUPER GAME? Disini instruction ALU dan STORE memegang peranan penting. Amal seseorang walaupun secara fisik sama tapi bisa mempunyai nilai yang berbeda karena ALU yang dipakai untuk menghitung amal ada 2 parameter lain yaitu hati (niat). ALU akan menghitung amal berdasarkan kualitasnya yaitu kesesuaian dengan keikhlasan, dan kesesuaian dengan sunnah nabi dan Al-Quran (syariah). Dan perhitungan ini dilakukan dengan sengat teliti dan tanpa error, dan semuanya disimpan dengan instruksi STORE. Sehingga perhitungan akhir untuk menentukan manusia masuk surga dan neraka tidak mungkin salah. “Amal sekecil apapun akan dibalas, dan keburukan sekecil biji zarah…” (QS:…:…)
Setelah manusia meninggal maka akan dibangkitkan kembali dan akan dilakukan hisab. Hisab dilakukan cukup hanya dengan instruksi LOAD yaitu menampilkan kembali semua amal manusia yang pernah dibuat. Semuanya yang telah tersimpan adalah lengkap dengan bukti-bukti yang nyata termasuk date-time nya. Manusia tidak bisa membantah, dan setelah itu dia akan menerima balasannya sesuai dengan ALU (perhitungan amal) yang ada.
Semoga bermanfaat, dan menambah pemahaman tentang takdir Allah SWT sehingga kita kan senantiasa berusaha (ikhtiar) dan berdoa untuk mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah swt. Amien. Wallahu’alam bishawab
Wassalamu’alaim wr wb
Imam Much Ibnu Subroto
(FSKSM-UTM Malaysia)
Free e-book Islami bisa di download April 2, 2007
Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Pengetahuan Umum, al-Islam.add a comment
Kumpulan e-book Islam dalam bentuk CHM. Situs “Jendela Dakwah Online” menyediakan buku atau artikel yang bisa didownload. Bagi anda yang ingin memahami Al-Islam atau memperluas wawasan ke-Islaman insya Allah buku-buku yang disediakan banyak manfaatnya. Kelebihan e-book dengan format CHM adalah indexing yang terstruktur, fasilitas pencarian (search/find) yang mudah dan navigasi yang user friendly.
Mudah-mudah kehadiran situs ini bisa meningkatkan keimanan kita, dan memberikan kesejukan hati kita, dan memperluas cakrawala keIslaman kita. Silahakan buka sekarang juga di http://jeda.co.nr.
Selain situs diatas kita juga bisa download ebook lain di situs http://cahayasalafy.blogspot.com/, situs ini juga menyediakan file ebook gratis dan sering di update. Pemilik situs ini adalah Abu Tilmidz At Tilmidz. Semoga bermanfaat.
Barokallahu fiikum
Gebrakan Universitas Islam Sultan Agung March 13, 2007
Posted by Imam Much Ibnu Subroto in UNISSULA.add a comment
”Gebrakan Universitas Islam Sultan Agung”
Oleh : Redaksi 12 Mar 2007 – 4:25 pm
source: http://www.swaramuslim.net/more.php?id=5517_0_15_0_M
dan http://www.hidayatullah
Oleh: Adian Husaini

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang melakukan gebrakan penting dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir ini, Unissula gencar mengkaji dan mengaplikasikan budaya akademik Islami. Berbagai seminar, kajian, dan pelatihan dilakukan. Tidak hanya itu. Unissula juga mencoba mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari di kampus. Shalat jamaah diwajibkan untuk dosen dan mahasiswa. Merokok di kampus dilarang.
Tentu saja ini bukan hal yang mudah. Apalagi untuk kalangan dosen. Memaksa semua dosen untuk melakukan shalat jamaah saat berada di kampus juga bukan hal yang ringan. Unissula juga harus rela kehilangan dana-dana sponsor ratusan juta rupiah yang berasal dari pabrik-pabrik rokok. Belum lagi tindakan protes dari mahasiswa yang merasa dirugikan dengan peraturan itu.
Mulai Maret 2007 hingga beberapa bulan ke depan, bekerja sama dengan Insitute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Unissula juga menggelar serangkaian acara Studi Pengembangan Peradaban Islam. Acara ini dimaksudkan untuk menggali lebih dalam seputar masalah keilmuan Islam yang bisa diaplikasikan di perguruan tinggi Islam.
Pada acara pembukaan, Rektor Unissula Dr. dr. Moh. Rofiq memaparkan visi dan misi kampus Unissula. Universitas Islam ini didirikan pada tanggal 20 Mei 1962 M (16 Dzulhijah 1369 H) oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung. Jadi, termasuk kampus yang cukup tua di Indonesia. Rektor pertamanya adalah Mr. Bustanul Arifin (Prof. DR. H Bustanul Arifin, SH), seorang pakar dan pejuang syariah Islam terkenal di Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Muda Mahkamah Agung bidang Peradilan Agama.
Visi Unissula, sebagaimana disebutkan dalam website-nya, www.unissula.ac.id, sangat jelas, yaitu membangun generasi khaira ummah (ummat terbaik), melalui upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atas dasar nilai-nilai Islam dan membangun peradaban Islam menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT dalam kerangka rahmatan lil a’lamin. Sedangkan misi Unissula adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi Islam dalam rangka dakwah Islamiyah yang berorientasi pada kualitas dan kesetaraan universal.
Geliat kampus Unissula Semarang dalam upaya membangun peradaban Islam ini perlu menjadi renungan kita semua. Sebab, bukan rahasia lagi, bahwa saat ini begitu banyak kampus yang membawa label Islam yang terkadang justru tidak mengembangkan tradisi keilmuan Islam. Di kampus-kampus ini, ilmu-ilmu Barat dikaji dengan serius; fakultas-fakultas umum berkembang dan dijejali mahasiswa; tetapi sebaliknya, fakultas agama Islam justru sepi peminat. Bahkan, ada yang sudah gulung tikar. Lebih menyedihkan lagi, begitu banyak kampus Islam yang dosen dan mahasiswanya justru aktif mengembangkan pemikiran yang merusak Islam. Namanyakampus Islam, tetapi isinya bukan Islam lagi.
Untuk mempertahankan eksistensi Fakultas Agama Islam, Unissula bahkan rela mengucurkan beasiswa bagi sejumlah mahasiswanya. Para mahasiswa dipilih dari kalangan santri yang berkualitas, terutama yang hafidz Al-Quran. Bukan rahasia lagi, Fakultas Agama Islam sepi peminat, karena dipandang tidak menjanjikan hari depan, atau susah cari kerja yang layak. Para mahasiswa rela bayar ratusan juta rupiah untuk memasuki Fakultas Kedokteran, tetapi enggan memasuki bidang studi Islam, meskipun gratis kuliahnya.
Di sinilah para dosen agama saat ini ditantang untuk mengubah citra Fakultas Agama Islam agar tidak kalah dengan Fakultas Umum. Dosen-dosen agama haruslah orang yang cerdas, sangat mencintai ilmu, memiliki semangat dakwah dan akhlak yang tinggi, sehingga mereka bisa menjadi teladan bagi dosen-dosen bidang studi lain. Studi Islam di satu kampus Islam haruslah menjadi induk dari bidang studi yang lain. Sebenarnya sangat aneh, jika satu kampus membawa label Islam, tetapi justru studi Islamnya tidak dikembangkan. Padahal, kaum Yahudi dan Kristen saat ini sangat getol mengambangkan studi Islam.
Salah satu ciri tradisi keilmuan Islam adalah menyatukan antara ilmu dan amal, antara ilmu dan akhlak. Maka di dalam Islam, jika ada ilmuwan/ulama yang fasik atau rusak amalnya, dia tidak diterima sebagai bagian dari ulama Islam. Para imam mazhab adalah orang-orang yang berilmu dan berakhlak tinggi. Seorang yang berilmu Islam wajib mengamalkan ilmunya.
Dalam salah satu syair populer di kalangan santri yang tercantum dalam Kitab Zubad ialah: ”Wa ’aalimun bi ’ilmihi lam ya’malan, mu’adzdzabun min qabli ’ubbadil watsan.” (Dan orang yang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya, maka dia akan diazab oleh Allah sebelum penyembah berhala).
Sudahkah kampus-kampus Islam mendidik mahasiswanya agar menjadi orang yang berilmu tinggi dan beramal shalih? Jika belum, maka cita-cita Unissula perlu diperhatikan. Kampus-kampus Islam didirikan oleh para pendirinya dengan niat yang mulia, untuk mencetak ilmuwan atau ulama Islam yang baik; bukan untuk melahirkan ilmuwan jahat; bukan ulama as-su’ (ulama jahat). Sebab, lahirnya ulama jahat merupakan pertanda kerusakan besar di dalam Islam. Abu Darda’, seorang sahabat Nabi Muhammad saw, menyatakan, bahwa yang paling beliau takutkan adalah jika nanti di Hari Akhirat, Allah memanggilnya dan menanyakan: ”Apa yang telah kamu lakukan dengan apa yang telah kamu ketahui?” (HR Baihaqi).
Rasulullah saw juga bersabda: ”Hendaklah kalian saling menasehati dalam hal ilmu. Sesungguhnya pengkhianatan seseorang terhadap ilmunya lebih berbahaya daripada pengkhianatannya terhadap hartanya. Dan sesungguhnya Allah akan menanyai kalian semua pada hari kiamat nanti.” (HR ath-Thabrani).
Kecenderungan memisahkan ilmu dari amal dalam studi Islam model orientalis sangat perlu menjadi perhatian kaum Muslim dewasa ini. Dari hari ke hari di kampus-kampus Islam semakin berjubel alumni studi Islam di Barat yang terkadang membawa tradisi pemisahan ilmu dan amal. Banyak guru dari para dosen itu adalah para orientalis yang pandai tentang ilmu-ilmu keislaman tetapi tetap tidak beriman kepada Islam. Mereka pandai tentang Al-Quran tetapi tetap
tidak mengimani Al-Quran sebagai wahyu Allah. Mereka pandai tentang sejarah Nabi Muhammad saw, tetapi tetap tidak mengimani kenabian Muhammad saw. Karena itu, para orientalis juga mendidik para sarjana Muslim agar menjadi pengamat agama yang baik, tanpa harus menjadi orang yang beragama yang sungguh-sungguh.
Karena mengikuti ’framework’ orientalis itu, tidak heran, jika banyak alumni studi Islam di Barat yang begitu rajin mengkritik para ulama Islam, dengan bungkus ”studi kritis”. Mereka rajin mengkritik Al-Quran, hadits, Imam Syafii, dan sebagainya, tetapi sangat hormat dan sama sekali tidak kritis pada para pemikir Barat. Banyak juga yang melakukan spionase intelektual dengan membongkar-bongkar kondisi umat dan lembaga-lembaga Islam, atas nama penelitian ilmiah.
Dan itu sangat wajar, karena beasiswa yang diberikan bukannya gratis begitu saja. Ada misi yang dititipkan, meskipun tidak mesti dipatuhi oleh tiap mahasiswa. Maka, bagi mahasiswa yang merasa berhutang budi atau melihat Barat sebagai kiblat hidup dan pemikirannya, sudah barang tentu akan mengabdikan hidup dan pemikirannya kepada tuannya.
Tentu saja itu bukan salah negara-negara dan lembaga-lembaga Barat semata. Sangat bisa dipahami jika mereka ingin menghegemoni pemikiran umat Islam dengan cara menyiapkan pusat-pusat studi Islam yang canggih sekaligus beasiswa bagi para mahasiswa dari negara-negara Muslim. Wajar, kalau pemberi beasiswa mengharapkan imbalan. Para kader didikan mereka akan menjadi corong efektif untuk melestarikan hegemoni mereka dalam berbagai bidang. Tidak perlu mereka yang turun sendiri mengajarkan liberalisme kepada umat Islam. Akan jauh lebih efektif jika yang mengajarkan liberalisme adalah hasil didikan mereka. Apalagi, segala sesuatunya sudah disiapkan – uang, kedudukan, fasilitas, kehormatan – baik ketika belajar maupun setelah tamat belajar.
Karena itu sudah saatnya kita peduli dan mengoreksi sikap kurang peduli umat Islam pada umumnya terhadap sektor studi Islam itu sendiri. Saat ini, Barat sedang gencar-gencarnya melatih para sarjana dari kalangan Muslim untuk dididik dalam studi Islam, untuk nantinya diterjunkan ke tengah-tengah umat Islam. Adalah aneh bin ajaib jika umat Islam masih terus bersikap tidak peduli dan membiarkan mengalirnya ribuan sarjana Muslim untuk belajar Islam kepada kaum Yahudi dan Kristen. Jika ini tidak dibenahi, maka akan terjadi kehancuran pemikiran dan peradaban Islam yang sangat besar. Fitnah besar akan muncul dan mustahil peradaban Islam akan bisa dibangun.
Dalam pidato pembukaannya saat acara Studi Pengembangan Peradaban Islam di Unissula tersebut, Direktur INSISTS, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, menguraikan karakter dan sejarah pertumbuhan peradaban Islam, proses bangun-jatuhnya, serta bagaimana strategi untuk membangunnya kembali dalam situasi saat ini. Upaya membangun peradaban Islam mesti dimulai dari membangun ilmu pengetahuan Islam ; dan kampus Islam adalah lembaga yang strategis untuk membangun peradaban Islam.
Dijelaskan oleh Dr. Hamid Zarkasyi, peradaban Islam dalam sejarahnya tumbuh dan berkembang berlandaskan ilmu pengetahuan. Maka membangun kembali peradaban Islam yang sudah nyaris roboh adalah dengan menegakkan kembali bangunan ilmu pengetahuan yang menjadi pondasi peradaban Islam tersebut. Menegakkan bangunan ilmu pengetahuan maksudnya tidak lain adalah dengan membangun kembali pola pikir manusia sejalan dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dalam Islam.
Jadi membangun peradaban Islam pada dasarnya bukan membangun sarana dan prasarana fisik yang diberi label Islam, akan tetapi dengan mereorientasikan kerangka kerja (framework) pemikiran umat Islam.
Karena posisi pemikiran dan peradaban Islam saat ini sedang terhegemoni oleh peradaban Barat, maka dalam rangka merumuskan ilmu pengetahuan Islam, para ilmuwan Muslim perlu memahami apa sebenarnya peradaban Barat. Karena itulah, dalam studi pengembangan peradaban Islam di Unissula kali ini, dibahas beberapa tema tentang peradaban Barat, seperti sejarah peradaban Barat, ekonomi Barat, sumber dan metode keilmuan Barat, serta karakter sains Barat. Materi-materi itu akan dibawakan oleh sejumlah pakar dari Indonesia dan Malaysia.
Di hadapan sekitar 200 pimpinan kampus dan dosen-dosen Unissula, Hamid Zarkasyi, yang juga wakil Rektor III Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor ini juga meyakinkan, bahwa Islam adalah satu peradaban yang khas yang memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peredaban mana pun. Tetapi, Islam tidak pernah apriori untuk menolak unsur-unsur dari peradaban asing yang tidak merusak pandangan hidup Islam.
Karena itulah, Hamid mengajak segenap akademisi Muslim untuk tidak silau dan anti-pati terhadap Barat. “Banyak yang dapat kita ambil dari peradaban Barat. Tetapi bukan pandangan hidupnya,” ujarnya. Usai ceramah umum oleh Direktur INSISTS tersebut, acara dilanjutkan dengan studi intensif yang diikuti sekitar 75 orang pimpinan Unissula. Tampak hadir dalam acara ini Rektor Unissula dan para wakil rektor, para dekan, pembantu dekan I, dan dosen-dosen agama
Unissula. Ini menunjukkan, bahwa pimpinan Unissula sangat serius untuk melakukan pengembangan peradaban Islam. Sehingga para pimpinan kampus itu sendiri terjun langsung dan memberi contoh. [Depok, 8 Maret 2007/hidayatullah]











