<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Imam Much Ibnu Subroto &#187; Pengetahuan Umum</title>
	<atom:link href="http://imams.edublogs.org/category/pengetahuan-umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imams.edublogs.org</link>
	<description>Unissula Lecturer, Computer Science, e-Learning Practical</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Aug 2008 17:11:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menulis Journal dengan LATEX</title>
		<link>http://imams.edublogs.org/2007/11/23/menulis-journal-dengan-latex/</link>
		<comments>http://imams.edublogs.org/2007/11/23/menulis-journal-dengan-latex/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 04:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Much Ibnu Subroto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imams.edublogs.org/2007/11/23/menulis-journal-dengan-latex/</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini editor seperti MS Word merupakan andalan untuk membuat suatu document ilmiah, salah satu diantaranya adalah untuk menulis Journal. Saya baru tahu bahwa ada editor untuk format yang lain yaitu LATEX dimana file LATEX disimpan dalam format .tex. Saya telah mencoba menggunakannya ternyata hasilnya luar biasa, salah satu kelebihannya adalah penomoran sub bab yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini editor seperti MS Word merupakan andalan untuk membuat suatu document ilmiah, salah satu diantaranya adalah untuk menulis Journal. Saya baru tahu bahwa ada editor untuk format yang lain yaitu LATEX dimana file LATEX disimpan dalam format .tex. Saya telah mencoba menggunakannya ternyata hasilnya luar biasa, salah satu kelebihannya adalah penomoran sub bab yang otomatis, dan juga penomoran referensi, gambar, tabel, persamaan, dan lain-lain. Semuanya diatur secara otomatis oleh compiler. Kelebihan yang lain adalah compiler untuk LATEX adalah free, Anda bisa download secara gratis compiler LATEX seperti MikTEX di <a href="http://www.miktex.org" target="_blank">www.miktex.org</a> atau TeXLive di <a href="http://www.tug.org/texlive/" target="_blank">www.tug.org/texlive/</a></p>
<p>Sedangkan editor LATEX ada yang free dan ada yang berbayar. Saya pernah mencoba yang tidak free yaitu WinEdt ternyata performance dia cukup bagus, tapi sayangnya trialnya hanya 30 hari. Sekarang saya pake LED (Latex editor) , software ini freeware dan dapat didownload di situs <a href="http://www.latexeditor.org">www.latexeditor.org</a> . Ada banyak software untuk LATEX editor, anda bisa mencarinya di internet dan silahkan dicoba.</p>
<p>LATEX sangat berbeda dengan MS Word karena dia ditulis dengan kode berbasis teks, seperti HTML lah, sekarang ini LATEX yang digunakan adalah versi 2ε. Memang sih kita perlu belajar sintaks nya tapi bagi yang sudah biasa menggunakan kode HTML tidak akan menemui kesulitan yang berarti.</p>
<p>Berikut ini link dab bahan-bahan yang mungkin berguna:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.miktex.org">MikTEX distributor</a></li>
<li><a href="http://www.tug.org/texlive/" target="_blank">TeXLive distributor</a></li>
<li><a href="http://www.latexeditor.org" target="_blank">LATEX Editor</a></li>
<li><a href="http://www.winedt.com/" target="_blank">WinEdt LATEX editor</a></li>
<li><a href="http://www.ctan.org/tex-archive/info/lshort/english/lshort.pdf" target="_blank">LATEX 2ε manual</a></li>
</ul>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imams.edublogs.org/2007/11/23/menulis-journal-dengan-latex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free e-book Islami bisa di download</title>
		<link>http://imams.edublogs.org/2007/04/02/free-e-book-islami-bisa-di-download/</link>
		<comments>http://imams.edublogs.org/2007/04/02/free-e-book-islami-bisa-di-download/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 13:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Much Ibnu Subroto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[al-Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imams.edublogs.org/2007/04/02/free-e-book-islami-bisa-di-download/</guid>
		<description><![CDATA[Kumpulan e-book Islam dalam bentuk CHM.  Situs &#8220;Jendela Dakwah Online&#8221;  menyediakan  buku atau artikel yang bisa didownload. Bagi anda yang ingin memahami Al-Islam atau memperluas wawasan ke-Islaman insya Allah buku-buku yang disediakan banyak manfaatnya. Kelebihan e-book dengan format CHM adalah indexing yang terstruktur, fasilitas pencarian (search/find) yang mudah dan navigasi yang user [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kumpulan e-book Islam dalam bentuk CHM.  Situs &#8220;<a href="http://jeda.co.nr/" title="Jendela Dakwah Online">Jendela Dakwah Online</a>&#8221;  menyediakan  buku atau artikel yang bisa didownload. Bagi anda yang ingin memahami Al-Islam atau memperluas wawasan ke-Islaman insya Allah buku-buku yang disediakan banyak manfaatnya. Kelebihan e-book dengan format CHM adalah indexing yang terstruktur, fasilitas pencarian (search/find) yang mudah dan navigasi yang user friendly.</p>
<p><a href="http://imams.edublogs.org/files/2007/04/jedaonline.jpg" title="Direct link to file"><img src="http://imams.edublogs.org/files/2007/04/jedaonline.jpg" alt="jeda online" align="left" border="2" width="400" /></a>Mudah-mudah kehadiran situs ini bisa meningkatkan keimanan kita, dan memberikan kesejukan hati kita, dan memperluas cakrawala keIslaman kita. Silahakan buka sekarang juga di <font color="#339900"><a href="http://jeda.co.nr/" title="http://jeda.co.nr">http://jeda.co.nr.</a></font></p>
<p>Selain situs diatas kita juga bisa download ebook lain di situs <a href="http://cahayasalafy.blogspot.com/">http://cahayasalafy.blogspot.com/</a>, situs ini juga menyediakan file ebook gratis dan sering di update. Pemilik situs ini adalah <font><em>Abu Tilmidz At Tilmidz. </em>Semoga bermanfaat.</font></p>
<p><span><font face="Verdana" size="2">Barokallahu fiikum</font></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imams.edublogs.org/2007/04/02/free-e-book-islami-bisa-di-download/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia</title>
		<link>http://imams.edublogs.org/2007/03/13/benua-atlantis-itu-ternyata-indonesia/</link>
		<comments>http://imams.edublogs.org/2007/03/13/benua-atlantis-itu-ternyata-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2007 05:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Much Ibnu Subroto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imams.edublogs.org/2007/03/13/benua-atlantis-itu-ternyata-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia 
Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.
source: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/02/0902.htm
see also http://www.atlan.org/book/
MUSIBAH alam                 beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><font size="5"><strong>Benua Atlantis itu (Ternyata) <span>Indonesia</span></strong> </font><br />
<font size="2">Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.</font><br />
source: <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/02/0902.htm">http://www.pikiran-<span>rakyat.com/</span>cetak/2006/102006/02/0902.htm</a></p>
<p>see also <a href="http://www.atlan.org/book/">http://www.atlan.org/book/</a></p>
<p><font face="Times New Roman">MUSIBAH alam                 beruntun dialami <span>Indonesia</span>. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis? </font>
</p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Plato (427 &#8211; 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.</font><font face="Times New Roman"><img src="http://www.atlan.org/images/book/0976955008.thumb.jpg" alt="benua atalantis" align="right" border="2" height="308" hspace="10" vspace="10" width="210" /></font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut <span>Indonesia</span>. Setelah melakukan penelitian selama 30                 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, <em>The Lost Continent Finally Found, The Definitifve                 Localization of Plato&#8217;s Lost Civilization</em> (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam,</font><font face="Times New Roman"> gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah <span>Indonesia</span>. Sistem terasisasi sawah yang khas                 <span>Indonesia</span>, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir,                 dan bangunan kuno Aztec di  Meksiko.</font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Konteks <span>Indonesia</span> </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Bukan kebetulan ketika <span>Indonesia</span> pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mo</font><font face="Times New Roman">chtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoean</font><font face="Times New Roman">da. Isinya menyatakan bahwa <span>negara Indonesia</span> dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah <span>negara Indonesia</span> merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.</font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Santos  menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang                 dari bagian selatan India, <span>Sri Lanka</span>, <span>Sumatra</span>, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur                 dengan <span>Indonesia</span> (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene) . Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah <span>Indonesia</span> (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit <em>Atala</em>, yang berarti surga atau menara                 peninjauan (<em>watch tower</em>), <em>Atalaia</em> (Potugis), <em>Atalaya</em> (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (<em>ocean</em>) secara menyeluruh. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman"><em>Ocean</em> berasal dari kata Sanskrit <em>ashayana</em> yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan <span>Stephen Hawking</span>. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan <span>Brazil</span> itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya <em>Heinrich Events.</em> </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, <em>pertama</em> mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. <em>Kedua</em>, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, <em>&#8220;Amicus Plato, sed magis amica veritas.&#8221;</em>                 Artinya,&#8221;Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.&#8221; </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni <em>pertama</em>, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. <em>Kedua</em>, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman"><em>Ketiga</em>, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan <em>impossible                 barrier of mud</em> (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau <em>in navigable</em> (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan <em>remote sensing</em>, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Bahwa <span>Indonesia</span> adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya. ***  </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">                </font></p>
<p><font face="Times New Roman"><em>Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL),                 Paris-Prancis</em></font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imams.edublogs.org/2007/03/13/benua-atlantis-itu-ternyata-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
