jump to navigation

e-learning

Kata Pengantar

Assalamu’alaikum wr wb

Sebenarnya saya sudah lama ingin menulis khususnya tentang e-learning, tetapi mungkin karena waktu yang terbatas sehingga saya tidak segera memulainya. Padahal setelah saya pikir dan perhatikan banyak orang yang sibuknya setengah mati tetapi tulisannya banyak dan rutin. Tampaknya bukan masalah kesibukan yang menjadi faktor utama menhalangi menulis, karena secara logika orang yang sibuk justru lebih banyak bahan yang bisa ditulis. Mungkin masalah saya adalah keterbatasan ilmu dan bakat menulis . Saya memang merasa nggak punya bakat menulis dan juga nggak percaya diri dngan ilmu yang saya punya, tetapi kata orang bakat bisa diasah, ilmu bisa dicari. Tinggal mau nggak kita mencari, mau nggak kita belajar? Mudah-mudahan setelah ini saya tidak patah arang untuk menulis.

Dalam blog ini saya ingin menulis segala sesuatu yang berhubungan dengan optimasi system pembelajaran berbasis teknologi yang disebut dengan e-learning. Jadi tujuan utama e-learning adalah meningkatkan kualitas dan efektifitas sistem pembelajaran, bukan merupakan proyek dengan biaya besar semata.

Ada dua aspek utama yang menentukan keberhasilan aplikasi e-learning di suatu intitusi pendidikan. Yang pertama adalah faktor teknologi dan yang kedua adalah faktor komitmen atau sosialisasi. Teknologi akan memberikan semua kebutuhan (requirement) yang diperlukan untuk menciptakan kemudahan dalam akses belajar termasuk aspek pedagogi yang harus disupport oleh teknologi itu sendiri. Kita ketahui bersama bahwa teknologi berkembang begitu pesatnya terutama information and communication teknology (ICT) sehingga sekarang ini disebut dengan era informasi, karena informasi di seluruh belahan dunia begitu amat sangat mudah diakses.

Faktor yang kedua adalah faktor sosialisasi dan komitmen. Tanpa sosialisasi yang benar dan komitmen dari pimpinan, pengembang dan anak didik maka semua investasi yang high teknologi itu menjadi terbuang percuma karena teknologi itu tidak akan bisa digunakan secara maksimal. Ini suatu kerugian besar tidak hanya rugi biaya tetapi juga waktu, tenaga dan pikiran yang sudah dilakukan.

Walaupun faktor komitmen sangat penting tetapi faktor teknologi juga sangat penting dan tidak bisa dibiarkan stagnant karena teknologi sifatnya dinamis. Berhenti mengembangkan berarti siap untuk ditinggalkan instutusi lain. Seberapa besar perhatian kedua faktor tersebut, apakah 50:50? atau 70:30? Tentunya sangat tergantung dari kesiapan anak didik, pengajar dan pimpinan. Kalau anak didik sudah maju dalam bidang IT tentunya tidaklah sulit membangun komitment, sebaliknya jika anak didik, pimpinan dan pendidik belum begitu faham dengan IT dan manfaatnya, maka perlu kerja ekstra keras, perhatian dan investasi yang lebih untuk membangun komitment dulu.

Untuk tulisan saya selanjutnya saya akan berusaha menulis secara runtut dan berseri supaya pemahaman tentang e-learning mudah dipahami secara utuh dan mengarah pada praktek penerapan di dunia pendidikan. Mudah-mudahan kualitas pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang dan bisa mengejar dan mempunyai posisi yang penting dalam memajukan perdaban dunia.

Semoga bermanfaat. Nantikan seri berikutnya.

Wassalamu’alaikum wr wb

imam_mis

Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)

Comments»

no comments yet - be the first?


*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image