jump to navigation

Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia March 13, 2007

Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Pengetahuan Umum.
add a comment

Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia
Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.
source: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/02/0902.htm

see also http://www.atlan.org/book/

MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.benua atalantis

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Konteks Indonesia

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene) . Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.

Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya. ***

Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis

Master by Assignment (Dual Degree) October 18, 2006

Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Pengalaman harian.
add a comment

Sepulang dari shalat jumat saya lihat salah sorang kawan dari computer science faculty UTM (Malaysia) sedang duduk sendiri termenung. Saya dekati dan saya sapa “assalamu’alaikum Akmal”, Akmal satu fakultas dengan ku tapi beda jurusan, dia mengambil program IT Management sednagkan aku Computer Science. “Ngapain aja disini, nunggu seseorang?” tanyaku. “Nggak ada yang ditunggu” kata dia dan saya kemdian duduk di sebelahnya kemudian ngobrol-ngobrol lah. Dia sempat bilang “tahu gini aku ngambil Master by Course”. Saya bener2 bingung karena yang saya tahu aku dan dia sekarang sama-sama ngambil master by course. Saya tanya lagi “Lah sekarang emang kamu ngambil master by apa?”, dia jawab “Master by Assignment”. Kontan saya ketawa “ha ha ha …….”

Memang kuliah di UTM khususnya Master by Course kami merasa cukup berat, karena standar yang ditetapkan UTM juga cukup berat (bagi saya). Mungkin karena saya yang nggak pinter kali ya he he he ……

Bayangkan saja, sekarang ini minggu terakhir kuliah sebelum libur ujian, tetapi saya masih menyisakan 8 assignment yang harus saya selesaikan sesegera mungkin. Setiap minggu selalu assignment melulu, so kami hampir nggak pernah tidur kurang dari jam 2 malam. Kata salah seorang lecturer “Kalau kuliah di UTM memang begitu harus tidur diatas jam 12, kalau mau tidur di bawah jam 12 jangan kuliah di UTM”. Kami sering merasa nggak bisa belajar (nggak sempat) karena nggak ada waktu lain selain ngerjakan assignment. Mengenai jumlah pertemuan dari 16 kali pertemuan yang dijadwalkan realitasnya bisa jadi 17,18 atau lebih. Kalau setiap kali pertemuan dijadwalkan 3 jam, realitasnya bisa 4-7 jam sekali pertemuan. Nilainya pun standarnya diatas rata-rata, di UTM nilai A adalah dengan score >85 di universitas lain di malaysia score 80 atau 70 dapat nilai A.
Kegiatan kuliah yang padat membuat kami nggak bisa kemana-mana. Itulah yang kami alami. Tetapi ternyata beda jurusan dan fakultas berbeda juga. Saya lihat ada beberap jurusan yang kuliahnya jalan-jalan terus, assignment nggak banyak, mata kuliah nggak banyak. Yah… nasibnya emang berbeda. Mungkin karena jurusanku Computer Science yang begita cepat perkembangannya sehingga materi yang diberikan juga buuuaaaaanyak bauanget… jadi efeknya ya begitu, lecuter begitu semangat mengajar, bahkan kuliah malam atau kuliah hari sabtu-minggu (hari libur) pun mau dia lakukan. Saya akui lecturer UTM memang Hebaat….

Doakan saya kuaa..ttt ya. Kalau saya lulus saya dapat dual degree : MSc (Master of Science) dan MBA (Master by Assignment)

Pesawat ke Yogyakarta Full May 27, 2006

Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Pengalaman harian.
comments closed

Sejak berita gempa bumi kemarin Sabtu 27 Mei 2006 di kota Yogyakarta , yaitu tempat tinggal semua keluarga/saudaraku benar-benar membuat saya panik. Komunikasi yang kurang lancar serta sulitnya mencari tiket pesawat ke Indonesia terpaksa membuatku kecewa berat karena tidak bisa kembali ke yogyakarta secepatnya. Saya tidak mengira bahwa gempa tersebut menelan korban lebih dari 3.000 korban tewas. Salah seorang keluargaku ‘Annisa Dian Rahmawati’ adalah termasuk salah satu korban meninggal. Cobaan berat bagi keluarga ku……. terutama kakak kandungku ‘Wiwiet Evawani Allysa Rochani’ sebagai ibu kandung Nisa (8 tahun). Ya Allah berillah ketabahan, kesabaran dan keikhlasan keluargaku …… Semoga Nisa diterima di sisi Allah dan mendapatkan tempat di surga. Amien
Saya masih cemas karena tidak bisa segera ke kota dimana aku dibesarkan tersebut, karena aku belum tahu pasti kondisi anggota kelurgaku yang lain. Saya masih di Malaysia saat ini dan masih berusaha untuk mendapatkan tiket pulang, mudah-mudahan segera mendapatkan tiket. Memang bencana datang tidak bisa diperkirakan dan tidak pandang waktu, di Malaysia sekarang sedang cuti sekolah sehingga semua jalur transportasi sangat padat, sehingga menyulitkanku untuk mendaptkan tiket, belum lagi dampak cuti tersebut harga tiket pesawat melambung sampai 3 kali lipat.

Gempa bumi adalah pengalaman berharga dan peringatan Allah. Sudahkah kita faham peringatan apa yang hendak Alah sampaikan kepada ummat manusia….

Kreatifitas Orang Indonesia salah penyaluran May 12, 2006

Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Pengalaman harian.
comments closed

Saya melihat banyak orang indonesia punya potensi yang besar, yaitu kreatifitas. Sayangnya kreatifitas sebagian orang indonesia belum tersalurkan dengan baik. Contohnya hari ini, saya barusan dapat kabar dari temenku di UNISSULA namanya Muhammad Qomaruddin, dia memberi kabar bahwa barusan ada cerita kehilangan di kantor jurusan teknik informatika UNISSULA. Mau tahu ceritanya?

Hari Jum’at adalah hari yang sangat baik bagi ummat muslim sehingga hari Jumat dikatakan sebagai hari rayanya semua hari dalam seminggu. Setiap jumat ummat Islam laki-laki diwajibkan mengikuti jama’ah shalat jumat di masjid jami’. UNISSULA salah satu universitas islam di Indonesia mempunyai masjid yang cukup besar, sehingga mampu menampung semua mahasiswa, dosen, karyawan dan warga disekitar kampus (jalan kaligawe).

Seperti biasa hari ini Jumat tanggal 12 May 2006 masjid Sultan Agung UNISSULA menyelenggarakan shalat jumat (disebut juga jumatan oleh orang jawa), tetapi ada kejadian yang tidak biasa di jurusan informatika UNISSULA, yaitu berita duka. Siang itu seperti biasa para dosen di ruangan informatika membuka laptop di meja kerjanya masing-masing dan berselancar di dunia “cyber” internet dengan fasiltas hotspot yang ada. Karena asyiknya tiba-tiba waktu sudah mendekati waktu Jumatan, maka mereka langsung mengambil air wudhlu dan langsung berangkat ke masjid. Tetapi ada yang nggak biasa yaitu mereka tetap meninggalkan laptop di meja masing-masing, selanjutnya bisa ditebak apa yang akan terjadi.

Ada 4 laptop di ruang informatika yang ditinggal di meja-meja dosen, selain itu juga ada scanner dan printer laser. Hari ini memang temen-temen kurang hati-hati, biasanya kalau mereka ke masjid masih ada yang tinggal di kantor yaitu dosen wanita. Tetapi hari ini dosen wanita yang biasanya yaitu ibu Suryani Alifah nggak bisa ke kampus. So ruangan ditinggal dalam keadaan sepi dengan beberapa laptop didalamnya. Kelihatannya ngga ada firasat apa-apa ketika teman-teman berada di masjid, semuanya shalat dengan khusuk (mudah-mudahan).

Kembali ke ruanga n informatika, langsung dibuat terkejut. 4 laptop bisa menjadi 2 laptop. Ini bukan sulap, tapi hasil kreatifitas seseorang atau sekelompok orang. 2 laptop hilang, yang satu milik kawanku Gora dan satunya lagi milik institusi FTI Unissula. Harus diakui pencurinya memang kreatif, saya melihat mereka ahli strategi yaitu sabar dan menunggu kesempatan yang tepat untuk beraksi. Cara mengambilnya pun pasti dengan perhitungan yang cermat. Kita bisa lihat dari 4 laptop di meja, mengapa hanya 2 yang diambil? Bukan kah 4 lebih banyak untung? Apa karena pencurinya hanya seorang sehingga hanya bisa memegang dengan 2 tangan saja. Ternyata pencurinya tidak serakah, dia cukup mengambil 2 tetapi aman baginya, daripada mengambil 4 tapi mudah ketahuan mendingan sedikit tetapi aman. Dan saya salut juga dengan pencuri yang mempunyai wawasan luas dan mengikuti perkembangan jaman. Dari 4 laptop hanya 2 yang mempunyai merk terkenal yaitu Toshiba dan IBM. Berarti pencurinya memang berwawasan.

Bagi kita yang beragama Islam pasti faham bahwa usaha, sabar, tidak serakah, penuh perhitungan, berwawasan (punya ilmu) adalah sebagian ciri-ciri orang yang bertaqwa. Tetapi kalau perbuatan itu tidak dilandasi dengan iman tetapi digunakan untuk hal negatif yaitu mencuri menjadi sebaliknya. Seharusnya pencuri tadi bisa masuk surga dengan level yang cukup tinggi jika dia beriman dan memanfaatkan potensi tersebut dengan baik. Sayangnya dia salah menyalurkan bakat kreatifitasnya. Kalau menurut perhitungan kasat mata menurutku dia akan masuk neraka. Dia tidak bersyukur atas kelebihan yang dimilikinya. Tetapi Allah bisa berkehendak lain, dengan sifat rahman dan rahimnya saya berharap pencuri tersebut mendapat hidayah dan bisa mengoptimalkan dan memanfaatkan kemampuannya untu kemaslahatan ummat manusia. Amien.

Mungkin ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian ini. Saya yakin pembaca tahu semua, thanks….

Buat mas Gora semoga diberi kesabaran dan keikhlasan. Insya Allah, Allah akan memberikan ganti yang lebih baik. Tetap semangat kawan….

Blogs pertamaku May 3, 2006

Posted by Imam Much Ibnu Subroto in Pengalaman harian.
comments closed

Walaupun aku orang yang sering berkecimpung dalam dunia teknologi informasi (IT) tetapi terus terang baru sekarang aku ngeblogs. Itupun setelah dibujuk ama teman berjuangku namanya Winastwan Gora Swajati. Saya pikir-pikir ngeblogs banyak juga manfaatnya, nggak hanya buat diri sendiri tapi untuk banyak orang. Lagian ilmu itu tidak seharusnya mahal, dan sumber ilmu yang baik salah satunya adalah pengalaman. Bisa pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. Dengan blogs kita bisa bagi pengalaman, kalau pengalam baik bisa dipakai orang lain, tapi kalau buruk bisa untuk mencegah orang lain terjebak pada kesalahan sama yang kita alami.

Saya juga berharap dengan ngeblog bisa membuat saya terbiasa nulis, minimal nulis pengalaman dan uneg-uneg. Insya Allah bermanfaat deh buatku.

Thanks for all